Mataram, 27 Maret 2026 – Poltekkes Kemenkes Mataram menyelenggarakan Workshop Penyusunan Buku Ajar Imunisasi dengan tema “Vaksin Baru dan Peran Gender dalam Imunisasi” yang dilaksanakan di Aston Inn Mataram.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat, pimpinan perguruan tinggi mitra, organisasi profesi, serta dosen Poltekkes Kemenkes Mataram. Hadir pula Rektor Universitas Mataram, Rektor INKES YARSI Mataram, Rektor Universitas Nahdlatul Wathan Mataram, Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, Ketua STIKES YARSI Mataram, serta perwakilan organisasi profesi PPNI, IBI, dan IAKMI.
Dalam sambutannya, Direktur Poltekkes Kemenkes Mataram, Dr. dr. Yopi Harwinanda Ardesa, M.Kes., menyampaikan bahwa workshop ini merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan program imunisasi yang semakin kompleks. Perkembangan vaksin baru menuntut tenaga kesehatan untuk senantiasa adaptif dan berbasis bukti ilmiah, sementara perspektif gender menjadi faktor penting yang memengaruhi keberhasilan implementasi imunisasi di masyarakat.
“Institusi pendidikan memiliki peran penting dalam mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial, kontekstual, dan humanis,” ujarnya.
Workshop ini bertujuan untuk menghasilkan buku ajar imunisasi yang komprehensif, kontekstual dengan kondisi daerah, serta mengintegrasikan perspektif gender dalam proses pembelajaran. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya penyelarasan kurikulum pendidikan kesehatan dengan kebijakan nasional dan kebutuhan pelayanan kesehatan di lapangan.
Ketua Panitia, Ni Putu Karunia Ekayani, S.ST., M.Kes., dalam laporannya menyampaikan bahwa modul buku ajar yang disusun melalui kegiatan ini direncanakan akan didistribusikan kepada mahasiswa pada bulan Juli 2026 setelah melalui proses pencetakan. Ia juga mengharapkan kontribusi aktif dari seluruh tim penyusun dan peserta dalam memberikan masukan serta inovasi untuk penyempurnaan modul buku ajar imunisasi berbasis gender. Selain dalam bentuk cetak, buku ajar tersebut juga akan tersedia dalam format digital guna memperluas akses pemanfaatannya.
Adapun luaran yang diharapkan dari kegiatan ini meliputi tersusunnya draft buku ajar imunisasi yang siap diterbitkan, pengembangan model pembelajaran berbasis kasus, penyusunan rencana tindak lanjut yang terarah, serta penguatan kolaborasi lintas sektor antara institusi pendidikan, pemerintah daerah, organisasi profesi, dan mitra terkait.
Poltekkes Kemenkes Mataram melalui kegiatan ini menegaskan komitmennya untuk menjadi pusat unggulan (center of excellence) dalam pengembangan pendidikan kesehatan, khususnya di bidang imunisasi, serta berkontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.










Tinggalkan komentar